5 Tahun Kampuh Welding Indonesia Memberi Bukti Diklat Berbasis Kompetensi

5 Tahun Kampuh Welding Indonesia Memberi Bukti Sebagai Diklat Berbasis Kompetensi

Oleh: Syaifulloh
Kampuh Welding Indonesia

Diskusi menarik oleh berbagai pihak, mulai pakar sampai orang biasa di berbagai media yang bisa di akses dan diketahui oleh siapapun, dimana ada pelatihan yang hasil pelatihannya menjadi bahan gunjingan di masyarakat luas karena materi pelatihannya tidak menjawab kebutuhan kerja sesuai dengan skill dan kebutuhan perusahaan serta kompetensi individu agar dapat memperoleh pemenuhan kebituhan ekonomi pada masa sulit sekarang ini.

Lulusan pelatihan prakerja yang di ikuti oleh peserta dianggap tidak memiliki skill yang dibutuhkan karena penyelenggara pelatihan bukan diselenggarakan oleh lembaga yang memiliki sertifikasi resmi di dalam negeri maupun dari luar negeri. Pemilik sertifikat setelah mengikuti pelatihan prakerja di sangsikan keahliannya karena lulusannya diberi sertifikat bukan oleh lembaga yang memang ditunjuk sebagai lembaga sertifikasi.

Melihat kondisi yang terjadi sekarang ini, dibutuhkan lembaga Diklat yang bisa memberikan pelatihan untuk mencapai kompetensi khusus dan sertifikat yang diakui oleh perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri. Sertifikat sertifikasi ini akan membuktikan kepada pemakai jasa lulusan bahwa mereka tidak salah merekrut lulusan Diklat karena ada jaminan kualitas dari Lembaga Diklat itu yang memang dipersiapkan untuk langsung bekerja atau terserap di dunia kerja yang membutuhkan skill mereka baik teori maupun praktek. Diklat kompetensi yang bisa memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang cukup agar para lulusan Diklat bisa mendapatkan kesempatan kerja yang baik melalui sertifikasi keahlian dari lembaga sertifikasi baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negeri Nomor: 46A Tahun 2005 dalam (2006, hlm.47) tentang pengertian Kompetensi adalah :
Kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya profesional, efektif dan efisien.

Di Indonesia ada lembaga Pendidikan dan pelatihan pengelasan yang hari ini berulang tahun kelima. Diklat itu adalah Kampuh Welding Indonesia yang difokuskan untuk menyiapkan tenaga welder profesional yang lulusannya mendapatkan sertifikasi welder international dan siap bekerja di berbagai industri kontruksi, perkapalan baik di dalam maupun luar negeri.

Kampuh Welding Indonesia adalah Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) yang bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam Bidang Teknologi Las yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sebagai LPKS, Kampuh Welding Indonesia telah memperoleh Sertifikat Verifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lembaga Sertifikasi Profesi LAS (LSP – LAS) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Logam Mesin Indonesia (LSP-LMI) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kampuh Welding Indonesia juga melaksanakan Kualifikasi/Sertifikasi yang bekerjasama dengan International Association of Classification Societies (IACS) Members, diantaranya Lloyd Register (Class LR) – Inggris, Nippon Kaiji Kyoukai (Class NK) – Japan. Selain dengan IACS Members, Kualifikasi/Sertifikasi juga dilaksanakan bekerjasama dengan Biro Klasifikasi Indonesia (Class BKI) – Indonesia.

Berdiri pada 26 Mei 2015 di Surabaya Kampuh Welding Indonesia dibangun dan dipimipin oleh Personil yang berpengalaman dibidang produksi / welding digalangan kapal terbesar di Indonesia selama lebih dari 25 tahun dan didukung oleh karyawan – karyawan yang berorientasi dalam memajukan industri maritim di Indonesia. Kampuh Welding Indonesia berkomitmen untuk menjadi tempat pendidikan dan pelatihan sekaligus Tempat Uji Kompetensi (TUK) paling unggul dalam Mencetak Welder Profesional Untuk Indonesia Bersertifikat Nasional dan Internasional.

Salah satu hal yang melatarbelakangi pendirian Kampuh Welding Indonesia adalah bahwa masih banyak pemuda produktif yang tidak bisa berinovasi karena keterbatasan lapangan kerja, pendidikan, skill dan modal. Karena itu kami mencoba untuk meresponnya dengan mengadakan kegiatan Welding School. Karena secara faktual infrastruktur pembangunan fisik suatu negara semakin banyak yang menggunakan aplikasi pengelasan dan banyak fasilitas yang menggunakan teknologi pengelasan.

Selain itu, kebutuhan untuk juru las (welder) yang sangat tinggi, yang dituntut harus mempunyai kompetensi sesuai dengan serapan industri, baik itu kompetensi berlevel nasional maupun internasional.
Kampuh Welding Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa galangan kapal dalam negeri dan luar negeri serta beberapa perusahaan sektor industri konstruksi tentang peningkatan dan penyediaan SDM bidang welding. Dan telah mendapat kepercayaan dari Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada Program Diklat 3 in 1 Bidang Pengelasan Kapal dan Heavy Industry pada tahun 2015.

Sebagai Corporate Member dari Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) atau Indonesian Welding Society (IWS) dan Ikatan Perusahaan Produsen Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Kampuh Welding Indonesia memiliki fasilitas yang lengkap, manajemen yang profesional dan instruktur-instruktur las yang handal dan berpengalaman kerja di luar negeri.

Sampai periode bulan Oktober 2019, Kampuh Welding Indonesia telah meluluskan siswa sebanyak 3229 welder dan hampir 90% persen sudah terserap di dunia kerja baik di dalam dan luar negeri, terutama pada galangan kapal.

Sebagai persembahan kiprah 5 tahun ini, Kampuh Welding Indonesia berbakti untuk negeri dengan memberikan layanan terbaik berupa pelatihan berbasis kompetensi. Apabila menukil dari M. Lyle Spencer and M. Signe Spencer, Mitrani et, al yang dikutip (dalam Prihadi, 2006, hlm. 92-94) terdapat 5 (lima) karakteristik kompetensi, yaitu :
1. “Motives”, adalah hal-hal yang seseorang pikir atau inginkan secara
konsisten yang menimbulkan tindakan. Motives “drive, direct, and select” perilaku mengarah ke tindakan-tindakan atau tujuan tertentu dan menjauh dari lainnya.
2. Traits adalah karakteristik fisik dan respons-respons konsisten terhadap situasi atau informasi.
3. “Self – Concept”, adalah mencakup sikap-sikap, values, atau self imange seseorang.
4. ”Knowledge”, adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. Pengetahuan (knowledge) merupakan kompetensi yang kompleks.
5. ”Skill”, adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu baik
secara fisik maupun mental.
Sedangkan Menurut (Spencer and Spencer ) yang (dalam Dharma 2006,
hlm.111) : Self-concept (Konsep diri), trait (watak/sifat) dan motif kompetensi lebih tersembunyi (hidden), dalam (deepre) dan berbeda pada titik sentral keperibadian seseorang. Kompetensi pengetahuan (Knowledge Competencies) dan keahlian (Skill Competencies) cenderung lebih nyata ( visible ) dan relatif berbeda di permukaan sebagai salah satu karakteristik yang dimiliki manusia.

5 Karakteristik kompetensi inilah yang dilakukan oleh Kampuh Welding Indonesi agar para lulusannya langsung bisa terserap dunia kerja dan bisa melakukan usaha mandiri sesuai dengan skill kompetensi dan sertifikat sertifikasi yang standar. Semoga di usia yang sudah 5 tahun bisa semakin maju dan berkembang untuk kejayaan negeri ini. Aamiin