Direktur Kampuh Welding Indonesia Presentasi di Acara The 31 Asia Welding Federation di Kualalumpur Malaysia.

Kualalumpur – – Kegiatan pertemuan antar lembaga yang mengelola organisasi pengelasan dari berbagai negara di Asia merupakan agenda tahunan dalam rangka menyatukan visi, misi dan tujuan lembaga pengelasan setiap negara anggota agar dapat berkembang sesuai dengan teknologi terkini. Kegiatan yang bertajuk “The 31 Asia Welding Federation Board Governing Council & Technical Meetings berlangsung mulai Tanggal 25 – 27 April di German – Malaysia Institut.

Direktur Kampuh Welding Indonesia pada kesempatan ini mempresentasikan pentingnya inovasi dan kompetensi instruktur dalam meluluskan siswa yang memiliki kualifikasi las nasional dan international. Kunci dari keberhasilan itu adalah instruktur yang profesional.

“Seorang instruktur dapat dikatakan sebagai instruktur yang profesional jika mereka mampu menghasilkan anak didik yang beda dari lainnya. Maksudnya seorang instruktur yang profesional harus bisa menjadikan anak didikya memiliki pengetahuan yang luas serta mampu menguasai pelajaran yang diberikan dengan sebaik-baiknya”. Tuturnya.

Seorang instruktur yang profesional dituntut untuk mampu membuat suatu inovasi baru tentang sistem pembelajaran. Tentang bagaimana cara membuat suatu metodologi pembelajaran yang efektif untuk diterapkan kepada siswanya.

“Metodologi pembelajaran pengelasan yang unik dan menarik akan sangat membantu siswa dalam memahami pelajaran pengelasan yang diberikan. Seorang instruktur yang profesional harus mampu menjadi guru yang inspiratif, kreatif, dan inovatif. Kreativitas merupakan poin yang pentig untuk menjadi guru yang mempunyai profesionalisme tinggi”. Tambahnya lagi.

Untuk menunjang Kreativitas adalah kesanggupan untuk menemukan sesuatu yang baru dengan jalan mempergunakan daya khayal, fantasi, dan imajinasi. Untuk membekali itu para instruktur Kampuh Welding Indonesia dikirim belajar ke Jepang agar mendapat kualifikasi dan sertifikasi welder International sebagai bekal memberikan materi kepada siswanya.

“Instruktur yang memiliki kualifikasi dan sertifikasi dan memiliki kreatifitasakan selalu membawa ide-ide segar untuk memotivasi siswanya, mampu menciptakan suasana kelas yang inspiratif bagi siswanya. Kelas yang ispiratif akan membantu siswa Kampuh Welding Indonesia untuk menyerap pelajaran yang diberikan sampai bisa lulus ujian dan mendapatkan sertifikat nasional maupun International”. Tandasnya kepada para peserta seminar.

Kampuh Welding Indonesia menggunakan berbagai daya dan upaya agar lulusannya memiliki daya saing. Untuk itu sarana prasarana yang dibutuhkan dalam proses Diklat disiapkan sebaik-baiknya dengan menyediakan booth dan peralatan las moderen serta pendukungnya untuk digunakan bahan praktek kepada seluruh siswa.

“Kami di Kampuh Welding Indonesia telah menyiapkan peralatan sarana prasarana pendukung belajar siswa agar mereka memiliki kompetensi sesuai dengan kebituhan dunia kerja. Siswa kami telah direkrut berbagai perusahaan baik di dalam dan luar negeri terutama dari perusahaan-perusahaan perkapalan di Jepang. Para alumni Diklat Kampuh Welding Indoensia telah menunjukkan kerja profesional di berbagai perusahaan tersebut”. Pungkasnya.

Pada event pertemuan organisasi las dari berbagai negara di Asia ini juga disampaikan materi-materi teknologi pengelasan dari par ahli dari berbagai negara peserta seperti Jepang, China, Malaysia, India, Myanmar dan negara lainnya.