Disnaker dan DPC Hilssi Kab Sukoharjo Study Visit ke Kampuh Welding Indonesia

Surabaya- – Kampuh Welding Indonesia terus berupaya sebaik mungkin mengembangkan lembaga baik manajemen maupun sarana prasarana. Hal ini terus dilakukan untuk memberikan kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal dengan semakin banyaknya lembaga baik dari dalam maupun luar negeri melakukan studi banding, seperti hari ini Sabtu (24/8) menerima kunjungan dari Disnaker dan Hilssi Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Kampuh Welding Indonesia dan staff di ruang pertemuan yang mendampingi acara ini sampai selesai. Sedangkan rombongan dari Sukoharjo dipimpin oleh Endang selaku Sekreraris Disnaker Kab Sukoharjo.

Endang, Sekreraris Disnaker Kab Sukoharjo menyampaikan bahwa studi banding adalah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan yang berbeda dengan maksud meningkatkan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan peraturan perundangan dan lain-lain.

“Pada intinya studi banding yang kami lakukan di Kampuh Welding Indonesia untuk memberikan wawasan kepada para pengelola LPK fi Kabupaten Sukoharjo agar dapat membandingkan kondisi obyek studi di tempat lain dengan tempat sendiri, mengumpulkan data dan beragam informasi untuk dijadikan acuan merumuskan konsep yang kita inginkan dalam perkembangan masa depan” ungkapnya.

Ridwan Baskoro ketua Hilssi (Himpunan Lembaga Pelatihan Kerja Seluruh Indonesia) dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada ungkapan ‘tak kenal maka tak sayang’? Nah, dari ungkapan inilah kami dari Hikssi Kab Sukoharjo ingin mendapatkan ilmu tentang pengelolaan LPK di Kampuh Welding Indonesia dengan sebaik-baiknya mulai input, proses, putput dan outcome sehingga sampai saat ini bisa sukses dalam pengelolaannya.

“Perkembangan pengelolaan dan sistem Diklat sampai pada pengiriman pemagangan baik di dalam maupun luar negeri perlu kami peljari sehingga LPK di Kab Sukoharjo bisa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perkembangan dan mampu menciptakan lompatan kemajuan karena tidak memiliki referensi atau acuan yang mendorong kami untuk maju”. Ungkapnya.

Direktur Kampuh Welding Indonesia, Moh Mukir dalam paparannya menyampaikan terimakasih kepada para rombongan yang telah berkenan berkunjung di Diklat KWI semoga bisa saling memperbaiki masing-masing lembaga. Selanjutnya juga disampaikan sejarah LPK KWI kepada para rombongan Hilssi Kab Sukoharjo.

“Kampuh Welding Indonesia adalah Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) yang bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam Bidang Teknologi Las yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sebagai LPKS, Kampuh Welding Indonesia telah memperoleh Sertifikat Verifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lembaga Sertifikasi Profesi LAS (LSP – LAS) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Logam Mesin Indonesia (LSP-LMI) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). KAMPUH WELDING INDONESIA juga melaksanakan Kualifikasi/Sertifikasi yang bekerjasama dengan International Association of Classification Societies (IACS) Members, diantaranya Lloyd Register (Class LR) – Inggris, Nippon Kaiji Kyoukai (Class NK) – Japan. Selain dengan IACS Members, Kualifikasi/Sertifikasi juga dilaksanakan bekerjasama dengan Biro Klasifikasi Indonesia (Class BKI) – Indonesia. Ungkapnya.

Berdiri pada 26 Mei 2015 di Surabaya Kampuh Welding Indonesia dibangun dan dipimipin oleh Personil yang berpengalaman dibidang produksi / welding digalangan kapal terbesar di Indonesia selama lebih dari 25 tahun dan didukung oleh karyawan – karyawan yang berorientasi dalam memajukan industri maritim di Indonesia

“Kampuh Welding Indonesia berkomitmen untuk menjadi tempat pendidikan dan pelatihan sekaligus Tempat Uji Kompetensi (TUK) paling unggul dalam Mencetak Welder Profesional Untuk Indonesia Bersertifikat Nasional dan Internasional.
Salah satu hal yang melatarbelakangi pendirian Kampuh Welding Indonesia adalah bahwa masih banyak pemuda produktif yang tidak bisa berinovasi karena keterbatasan lapangan kerja, pendidikan, skill dan modal. Karena itu kami mencoba untuk meresponnya dengan mengadakan kegiatan Welding School. Karena secara faktual infrastruktur pembangunan fisik suatu negara semakin banyak yang menggunakan aplikasi pengelasan dan banyak fasilitas yang menggunakan teknologi pengelasan. Selain itu, kebutuhan untuk juru las (welder) yang sangat tinggi, yang dituntut harus mempunyai kompetensi sesuai dengan serapan industri, baik itu kompetensi berlevel nasional maupun internasional”. Tambahnya lagi

Kegiatan yang diakhiri dengan tanya jawab dan berkeliling melihat sarana prasarana dan proses belajar mengajar di Kampuh Welding Indonesia oleh para peserta dan di dampingi oleh para Staff dan instruktur berjalan baik dan lancar dan bisa memberikan penguatan dari Disnaker dan Hilssi Kabupaten Sukoharjo.